5 Prinsip Parenting Membentuk Karakter Positif pada Anak

illustrations illustrations illustrations illustrations illustrations illustrations illustrations
5 Prinsip Parenting Membentuk Karakter Positif pada Anak

Published on Apr 29, 2021 by handfasting

Membesarkan dan mendidik anak memang tidak mudah. Kesalahan orang tua dalam menerapkan teknik parenting dapat mempengaruhi perilaku anak di masa depan. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mempelajari prinsip-prinsip pola asuh yang benar agar dapat membentuk kepribadian yang positif pada anak.

Anak-anak menyukai kertas putih kosong yang bisa dihias dengan coretan atau tulisan. Menulis bisa membuat karya menjadi indah atau sebaliknya. Nah, itu semua tergantung gaya pengasuhan yang diterapkan orang tua kepada anak-anak mereka.

Prinsip Pola Asuh yang Perlu Diterapkan Orang Tua

Pola asuh yang baik dapat membantu menumbuhkan rasa kepedulian, kejujuran, kemandirian dan kegembiraan pada anak.

Teknik pengasuhan yang baik juga dapat mendukung kecerdasan anak dan melindungi anak dari kecemasan, depresi, pergaulan bebas, serta penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan. Pola asuh yang baik juga dapat mengurangi risiko gangguan perilaku pada anak.

Prinsip dasar mengasuh anak yang baik adalah membesarkan dan mengajar anak-anak dengan cara yang penuh kasih, serta mendukung, membimbing, dan menjadi pendamping yang menyenangkan.

Berikut 5 prinsip parenting yang bisa Anda terapkan:

1. Memberikan contoh dan menjadi panutan baik bagi anak

Anak-anak cenderung meniru apa yang dilakukan orang tuanya. Oleh karena itu, menjadi panutan yang baik bagi anak merupakan salah satu cara penting dalam mendidik anak kepada orang tua.

Ketika ingin menanamkan kepribadian yang positif pada anak, berikan contoh pada mereka, misalnya dengan selalu mengatakan yang sebenarnya, bersikap baik dan baik terhadap orang lain, dan membantu orang lain tanpa mengharapkan imbalan.

Selain itu, tunjukkan kepada anak cara hidup sehat, misalnya makan sayur dan buah setiap hari, menggosok gigi setelah makan dan saat tidur, serta membuang sampah dengan benar.

2. Tidak berlebihan memanjakan anak

Sebagai orang tua, Anda mungkin tidak menyadari bahwa Anda selalu mengikuti keinginan anak Anda. Nah, inilah saatnya menghentikan kebiasaan dan juga menawarkan pelajaran kepada anak-anak agar tidak terlalu dimanjakan.

Misalnya, jangan menuruti keinginan anak Anda ketika dia menangis atau mengamuk karena dia ingin menonton TV pada waktu tidur, meminta dia untuk membeli sesuatu yang tidak dia butuhkan, atau ketika dia mengeluh tentang bermain gadget.

Mendisiplinkan anak merupakan salah satu bentuk kasih sayang anak dan penting bagi orang tua untuk membangun karakter yang baik pada anak.

Namun, jangan memarahinya atau bahkan memukulnya saat dia melakukan kesalahan. Cobalah untuk menegurnya dengan lembut tapi tegas ketika dia melakukan kesalahan dan memahaminya.

Jangan lupa untuk memujinya juga saat dia melakukan sesuatu yang baik. Ini akan memotivasi dia untuk menjadi anak yang baik.

3. Selalu meluangkan waktu untuk anak

Anak-anak yang tidak menarik perhatian orang tuanya dapat melakukan hal-hal yang buruk atau berperilaku buruk. Biasanya, mereka melakukan tindakan ini untuk mendapatkan perhatian orang tuanya.

Jadi, sesibuk apa pun Anda, selalu luangkan waktu untuk terlibat dalam kehidupannya. Apalagi bagi bapak, sangat penting untuk memiliki hubungan bapak-anak yang baik.

Namun perlu diingat bahwa terlibat dalam kehidupan anak Anda bukan berarti Anda harus selalu berada di sisinya, lho!

Luangkan waktu untuk membangun hubungan dan aktivitas yang baik, seperti sarapan bersama, mengantarnya ke sekolah, menghadiri setiap acara yang dilakukan anak, atau sekadar berbicara sebelum tidur tentang aktivitas yang dilakukannya sepanjang hari.

4. Menanamkan sifat mandiri pada anak

Melatih anak untuk mandiri dapat ditanamkan dengan memberikan kepercayaan diri, kesempatan, dan penghargaan kepada anak. Misalnya dengan mengajari anak menata mainan dan tempat tidurnya atau sekedar menyuruh anak menyiapkan perlengkapan sekolahnya sendiri.

Ketika anak memasuki masa remaja, orang tua juga dapat mendukung dan membantu anak menyelesaikan masalah pribadinya, yaitu dengan berdiskusi dan mengarahkan pikiran anak untuk mengambil posisi yang terbaik.

Pahami bahwa belajar mandiri tidak mudah bagi anak. Jadi, tunjukkan penghargaan dan kasih sayang Anda untuk setiap usaha dan kesuksesannya. Misalnya, mengucapkan “terima kasih” atau pujian saat dia menyelesaikan tugas dengan baik.

Anda juga bisa meletakkan selembar kertas di makanan yang bertuliskan “Mama mencintaimu dan bangga padamu”. Dengan cara ini, anak akan merasa dihargai. Tapi ingat, ketika mereka gagal atau melakukan kesalahan, jangan ganggu mereka, apalagi membandingkan diri mereka dengan anak-anak lain.

5. Menerapkan aturan yang baik dalam keluarga

Penegakan tata bahasa dapat membantu anak Anda belajar mengendalikan diri dan membedakan antara perilaku baik dan buruk. Saat membuat aturan, jelaskan alasan pembuatan aturan tersebut.

Misalnya menggunakan listrik seperlunya untuk menghemat biaya, tidak berlebihan menggunakan gadget atau ponsel karena tidak bermanfaat bagi kesehatan, atau tidak menonton TV sebelum mengerjakan PR.

Pastikan Anda selalu konsisten dengan aturan yang Anda tetapkan. Jika Anda tidak konsisten, anak Anda akan merasa bingung dan mungkin akan menurunkan aturan.

Penting untuk mendisiplinkan anak Anda, tetapi tidak dengan cara yang sangat kasar, seperti menggunakan kata-kata kasar atau bahkan memukulnya. Anak-anak yang dulunya dipukuli oleh orang tuanya cenderung lebih suka berkelahi dan menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan masalah dengan temannya.

Menerapkan prinsip pola asuh di atas secara konsisten memang tidak semudah yang dibayangkan, mengingat setiap orang tua juga memiliki keterbatasan, baik waktu maupun tenaga. Yang terbaik adalah fokus pada hal-hal yang membutuhkan perhatian terlebih dahulu.

Last but not least, orang tua atau pengasuh paruh waktu (nanny) harus memahami bahwa lingkungan dan usia dapat mempengaruhi perilaku anak. Oleh karena itu, terapkan teknik parenting sesuai dengan usia dan perkembangan anak Anda.

Jika Anda mengalami kesulitan dalam menerapkan prinsip-prinsip pengasuhan ini atau jika anak Anda memiliki masalah perilaku, cobalah berdiskusi dan berkonsultasi dengan orang tua lain, orang tua Anda, atau guru di sekolah anak Anda.

Jika perlu, Anda juga dapat berkonsultasi dengan psikolog anak untuk mendapatkan nasihat terbaik.